Fisikawan berhasil mengukur geometri kuantum elektron untuk pertama kalinya. ✅ RATU SELULER ⭐⭐⭐⭐⭐


Menurut fisikawan Riccardo Comin dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), tim peneliti telah mengembangkan metode pengukuran yang benar-benar baru, memungkinkan akses terhadap informasi yang sebelumnya tidak mungkin ditentukan. Penelitian ini dipimpin oleh Mingu Kang, sebelumnya di MIT dan sekarang di Cornell University, bersama Sunjie Kim dari Seoul National University.

Materi di alam semesta fisik umumnya mematuhi aturan fisika klasik yang jelas. Namun pada tingkat partikel, segalanya menjadi rumit, dijelaskan oleh mekanika kuantum dengan gelombang probabilitas, bukan entitas tetap. Elektron, meskipun disebut “partikel”, sebenarnya memiliki sifat yang lebih mirip gelombang.

Untuk mendeskripsikan sifat gelombang elektron, fisikawan menggunakan fungsi gelombang – model matematika yang menentukan kemungkinan munculnya partikel di lokasi tertentu dengan karakteristik tertentu. Beberapa fitur ini dapat dipahami sebagai jenis geometri kompleks, mulai dari bentuk yang familiar seperti kurva, hingga bentuk yang lebih abstrak seperti botol Klein atau strip Möbius.

Sebelumnya, penentuan geometri kuantum elektron dalam benda padat sering kali sangat bergantung pada asumsi sifat tidak langsung. Namun tim peneliti berupaya mengukurnya secara langsung dengan menyasar besaran yang disebut tensor geometri kuantum (Quantum Geometric Tensor – QGT). QGT adalah besaran yang mengkodekan seluruh informasi geometri keadaan kuantum, mirip dengan bagaimana peta dua dimensi berisi informasi tentang ruang tiga dimensi.

Tim peneliti menggunakan teknik spektroskopi fotoemisi sudut (ARPES). Metode ini menembakkan foton ke dalam material untuk melepaskan elektron, kemudian mengukur sifat-sifat seperti polarisasi, putaran, dan sudutnya. Penelitian ini berfokus pada kristal tunggal paduan kobalt-timah, sejenis logam kagome dengan sifat kuantum unik.

Hasilnya, para ilmuwan mengukur QGT dalam benda padat untuk pertama kalinya. Dari sini, mereka menyimpulkan seluruh geometri kuantum elektron dalam logam ini, dan membandingkan hasil eksperimen dengan prediksi teoretis.

Metode tim peneliti tidak terbatas pada paduan kobalt-timah tetapi juga dapat diterapkan pada banyak bahan padat lainnya. Hasil penelitian tersebut dapat membuka jalan bagi penemuan-penemuan baru di bidang superkonduktivitas, terutama pada material yang belum pernah ditemukan superkonduktivitas.

Seorang pakar dari majalah Nature Physics berkomentar: “Mengukur geometri kuantum merupakan langkah maju yang penting, membantu mengeksplorasi fenomena kuantum kompleks dalam fisika benda terkondensasi. Metodologi ini sederhana, mudah diterapkan dan memiliki potensi besar untuk mendorong penelitian lebih lanjut.”

Pencapaian ini menandai titik balik dalam pemahaman yang lebih baik tentang geometri kuantum – sebuah elemen mendasar dari banyak kemajuan terkini dalam fisika benda terkondensasi. Para peneliti percaya bahwa teknik ini akan menjadi alat penting untuk menemukan dan mengembangkan fenomena kuantum baru, berkontribusi dalam mengubah cara kita memahami dunia mikroskopis.

Penelitian tersebut telah dipublikasikan di jurnal Nature Physics. Saat ini, optimasi mesin pencari (SEO) menjadi semakin penting bagi bisnis yang ingin menonjol di Internet. Agar sukses dalam SEO, penggunaan gambar memainkan peran penting.

Gambar tidak hanya penting dalam menarik pemirsa, tetapi juga membantu meningkatkan pengalaman pengguna di situs Anda. Saat menggunakan gambar, sebaiknya perhatikan penempatan kata kunci yang sesuai pada nama file gambar, deskripsi gambar, dan alt tag untuk meningkatkan kemungkinan muncul di mesin pencari.

Selain itu, pemilihan format artikel yang tepat juga berperan penting dalam optimasi SEO. Anda harus membagi konten Anda menjadi paragraf pendek, menggunakan judul dan format paragraf yang sesuai untuk meningkatkan visibilitas di halaman hasil pencarian.

Dengan menggabungkan gambar yang indah dan format artikel SEO standar, Anda akan memiliki peluang untuk menonjol di Internet dan menarik banyak pengguna ke situs web Anda. Jangan lupa untuk menerapkan teknik ini untuk mengoptimalkan SEO bisnis Anda secara efektif.

Menurut fisikawan Riccardo Comin dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), tim peneliti telah mengembangkan metode pengukuran yang benar-benar baru, memungkinkan akses terhadap informasi yang sebelumnya tidak mungkin ditentukan. Penelitian ini dipimpin oleh Mingu Kang, sebelumnya di MIT dan sekarang di Cornell University, bersama Sunjie Kim dari Seoul National University.

Materi di alam semesta fisik umumnya mematuhi aturan fisika klasik yang jelas. Namun pada tingkat partikel, segalanya menjadi rumit, dijelaskan oleh mekanika kuantum dengan gelombang probabilitas, bukan entitas tetap. Elektron, meskipun disebut “partikel”, sebenarnya memiliki sifat yang lebih mirip gelombang.

Fisikawan mengukur geometri kuantum elektron untuk pertama kalinya - Foto 1.

Untuk mendeskripsikan sifat gelombang elektron, fisikawan menggunakan fungsi gelombang – model matematika yang menentukan kemungkinan munculnya partikel di lokasi tertentu dengan karakteristik tertentu. Beberapa fitur ini dapat dipahami sebagai jenis geometri kompleks, mulai dari bentuk yang familiar seperti kurva, hingga bentuk yang lebih abstrak seperti botol Klein atau strip Möbius.

Sebelumnya, penentuan geometri kuantum elektron dalam benda padat sering kali sangat bergantung pada asumsi sifat tidak langsung. Namun tim peneliti berupaya mengukurnya secara langsung dengan menyasar besaran yang disebut tensor geometri kuantum (Quantum Geometric Tensor – QGT). QGT adalah besaran yang mengkodekan seluruh informasi geometri keadaan kuantum, mirip dengan bagaimana peta dua dimensi berisi informasi tentang ruang tiga dimensi.

Tim peneliti menggunakan teknik spektroskopi fotoemisi sudut (ARPES). Metode ini menembakkan foton ke dalam material untuk melepaskan elektron, kemudian mengukur sifat-sifat seperti polarisasi, putaran, dan sudutnya. Penelitian ini berfokus pada kristal tunggal paduan kobalt-timah, sejenis logam kagome dengan sifat kuantum unik.

Hasilnya, para ilmuwan mengukur QGT dalam benda padat untuk pertama kalinya. Dari sini, mereka menyimpulkan seluruh geometri kuantum elektron dalam logam ini, dan membandingkan hasil eksperimen dengan prediksi teoretis.

Fisikawan mengukur geometri kuantum elektron untuk pertama kalinya - Foto 2.

Metode tim peneliti tidak terbatas pada paduan kobalt-timah tetapi juga dapat diterapkan pada banyak bahan padat lainnya. Hasil penelitian tersebut dapat membuka jalan bagi penemuan-penemuan baru di bidang superkonduktivitas, terutama pada material yang belum pernah ditemukan superkonduktivitas.

Seorang ahli dari majalah Fisika Alam berkomentar: “Mengukur geometri kuantum merupakan langkah maju yang penting, membantu mengeksplorasi fenomena kuantum kompleks dalam fisika benda terkondensasi. Metodologi ini sederhana, mudah diterapkan dan memiliki potensi besar untuk mendorong penelitian lebih lanjut.”

Pencapaian ini menandai titik balik dalam pemahaman yang lebih baik tentang geometri kuantum – sebuah elemen mendasar dari banyak kemajuan terkini dalam fisika benda terkondensasi. Para peneliti percaya bahwa teknik ini akan menjadi alat penting untuk menemukan dan mengembangkan fenomena kuantum baru, berkontribusi dalam mengubah cara kita memahami dunia mikroskopis.

Penelitian tersebut telah dipublikasikan di jurnal Fisika Alam.


Eksplorasi konten lain dari Heart To Heart

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Heart To Heart

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca