Samsung dan Apple bersiap beralih menggunakan baterai silikon-karbon ✅ QUEEN MOBILE ⭐⭐⭐⭐⭐


Samsung dan Apple akan beralih menggunakan baterai silikon-karbon

Produsen ponsel pintar asal Tiongkok berhasil mengaplikasikan baterai silikon-karbon (Si-C) pada ponsel pintarnya sehingga mendorong Samsung dan Apple berinovasi untuk mengikuti perlombaan ini. Pada tahun 2024, merek Tiongkok melengkapi perangkat selulernya dengan baterai melebihi 6.000mAh, disertai dengan kecepatan pengisian daya yang luar biasa cepat. Samsung dan Apple, sambil tetap mempertahankan perangkat mereka pada 5.000 mAh, mencoba menerapkan teknologi baterai silikon-karbon untuk ikut serta dalam permainan ini.

Sebuah laporan baru-baru ini mengatakan bahwa Samsung sedang mengembangkan bahan baterai silikon-karbon, sementara Apple mendekati teknologi ini dengan hati-hati. Baterai silikon-karbon memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi, sehingga perangkat memiliki kapasitas baterai yang lebih besar di area fisik yang sama. Hal ini memecahkan perbedaan antara masa pakai baterai dan kinerja ponsel kelas atas seperti iPhone 16 Pro Max dan Galaxy S24 Ultra.

Namun, Samsung dan Apple masih harus mengatasi tantangan teknis, biaya, dan desain saat menerapkan baterai silikon-karbon pada produk andalan mereka. Peralihan ke teknologi baterai baru tampaknya merupakan langkah maju yang perlu dilakukan, namun realisasinya masih jauh dalam waktu dekat.

Untuk memperbarui informasi teknologi terkini, ikuti halaman berita Hoang Ha Mobile dan saluran YouTube Hoang Ha Channel. Penerapan baterai silikon-karbon dapat menghadirkan inovasi baterai yang kuat bagi pengguna, memenuhi kebutuhan penggunaan jangka panjang sekaligus memastikan kinerja yang kuat dan desain ponsel premium.

Nampaknya dominasi dan keberhasilan pabrikan ponsel pintar Tiongkok dalam mengadopsi baterai silikon-karbon (Si-C) pada ponsel pintar mulai memberikan tekanan yang semakin besar. Hal ini memaksa raksasa global seperti Samsung dan Apple untuk berinovasi dan ikut berlomba beralih menggunakan baterai jenis baru ini.

Samsung dan Apple mungkin beralih menggunakan baterai silikon-karbon

Pada tahun 2024, merek Tiongkok melengkapi perangkat selulernya dengan baterai melebihi 6.000mAh. Hadir dengan kecepatan pengisian cepat yang mengesankan sehingga pengguna dapat merasakan pengalaman penggunaan yang super nyaman dan tahan lama. Namun, dua merek smartphone terkemuka di pasaran saat ini adalah Samsung Dan Apel tetap keluar dari permainan dan membatasi perangkat mereka hingga 5.000mAh, bahkan untuk model andalan seperti Galaxy S24 Ultra atau iPhone 16 Pro Max.

Namun, beberapa sumber baru-baru ini mengungkapkan bahwa kedua perusahaan saat ini berusaha mengatasi keterbatasan tersebut dengan mengembangkan teknologi baterai silikon-karbon serupa dengan yang dilakukan merek China.

Secara khusus, laporan dari kamuux1122 di platform blog Korea Naver menyatakan bahwa Samsung terlibat langsung dalam pengembangan bahan baterai silikon-karbon. Namun masih belum jelas kapan teknologi ini bisa diperkenalkan ke perangkat komersial dan yang pasti Galaxy S25 Series mendatang tidak akan mendapat peningkatan tersebut.

Sementara itu, Apple tampaknya mengambil pendekatan yang hati-hati, sejalan dengan tradisinya dalam mengadopsi teknologi baru lebih lambat dibandingkan perusahaan lain di pasar. Meskipun optimalisasi perangkat lunak dan komponen hemat daya telah memperpanjang masa pakai baterai, keterbatasan teknologi lithium-ion saat ini menjadi semakin jelas.

Mengapa baterai (Si-C) menjadi tren?

Baterai silikon-karbon memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion saat ini. Artinya, perangkat dapat memiliki kapasitas baterai lebih besar di area fisik yang sama. Perubahan ini akan mengatasi permasalahan utama ponsel pintar kelas atas saat ini, yaitu menyeimbangkan masa pakai baterai dengan kinerja dan integrasi fitur.

Meskipun perangkat kelas atas seperti iPhone 16 Pro Max dan Galaxy S24 Ultra memiliki kinerja perangkat keras yang sangat kuat, baterai perangkat ini tidak terlalu mengesankan. Insinyur harus mengelola ruang internal yang terbatas ini dengan hati-hati untuk memastikan baterai yang lebih besar tidak memengaruhi kinerja, manajemen termal, atau fitur penting lainnya. Sementara baterai Si-C adalah solusi terbaik untuk masalah ini.

Meski demikian, Samsung dan Apple mungkin masih menemui kendala saat memperkenalkan teknologi ini ke lini produk andalannya. Selain tantangan teknis dalam memasang baterai yang lebih besar ke dalam desain yang ramping, biaya pengembangan dan produksi bisa sangat besar, sehingga secara langsung mempengaruhi harga komersial produk.

Bagi Samsung dan Apple, penerapan baterai silikon-karbon tampaknya merupakan langkah maju yang sangat dibutuhkan, namun apakah inovasi ini akan segera membuahkan hasil masih menjadi pertanyaan terbuka.

Kesimpulan

Di atas adalah informasi bahwa Samsung dan Apple mungkin akan beralih menggunakan baterai silikon-karbon. Namun realisasinya masih cerita panjang dalam waktu dekat. Pengguna menantikan inovasi baterai yang kuat untuk memenuhi kebutuhan penggunaan jangka panjang sambil tetap memastikan kinerja yang kuat dengan desain ponsel premium yang tipis dan ringan.

Silakan ikuti halaman berita Hoang Ha Ponsel untuk memperbarui informasi teknologi terkini. Dan jangan lupa kunjungi channel youtubenya Saluran Sungai Kuning untuk memperbarui lebih banyak berita teknologi hangat.


Eksplorasi konten lain dari Heart To Heart

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Heart To Heart

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca