Ekspektasi meningkat setelah liburan Tahun Baru Imlek
Harga lada dalam negeri stabil dan diperkirakan akan tumbuh pada awal tahun 2025
Pasar lada domestik pada tanggal 18 Januari 2025 mencatat stabilitas di wilayah pertumbuhan utama, dengan harga berkisar antara 145.000 – 146.000 VND/kg. Di Dak Nong dan Ba Ria – Vung Tau, harga lada berada pada level tertinggi yaitu 146.000 VND/kg. Di Gia Lai, Binh Phuoc dan Dong Nai, harga beli tetap pada 145.000 VND/kg. Dak Lak mencatat harga rata-rata 145.500 VND/kg, tidak berubah dari sesi sebelumnya.
Menurut Asosiasi Lada dan Rempah Vietnam (VPSA), meskipun produksi lada pada tahun 2024 akan terkena dampak negatif perubahan iklim, beberapa wilayah utama seperti Dak Nong dan Ba Ria – Vung Tau memiliki investasi yang lebih kuat dari para petani, sehingga membantu menjaga stabilitas produktivitas. Sebaliknya di Dak Lak, luas areal tanam lada semakin berkurang karena petani beralih ke tanaman yang bernilai ekonomi lebih tinggi seperti durian.
Pada tahun 2024, industri lada Vietnam akan mencatat harga rata-rata yang berkisar antara 140.000 – 150.000 VND/kg, jauh lebih tinggi dibandingkan awal tahun. Secara khusus, harga lada hitam meningkat sebesar 75,6% dan lada putih meningkat sebesar 68,8%, menandai tahun pertumbuhan positif bagi industri lada.
Namun, para petani dan agen masih berhati-hati, mengantre menunggu harga yang lebih baik setelah liburan Tahun Baru Imlek. Persediaan lada di masyarakat saat ini rendah, dengan hanya transaksi kecil, menunjukkan ekspektasi bahwa harga akan terus meningkat ketika permintaan dari pasar internasional pulih dengan kuat pada kuartal pertama tahun 2025.
Pasar lada dunia: Fluktuasi yang beragam di antara negara-negara pengekspor
Di pasar internasional, harga lada pada 18 Januari 2025 tercatat bergerak beragam di negara-negara produsen utama. Menurut International Pepper Association (IPC), harga lada hitam Lampung di Indonesia turun 0,41% menjadi 7.113 USD/ton. Sebaliknya, harga lada putih Muntok di dalam negeri sedikit meningkat hingga mencapai 9.193 USD/ton.
Di Malaysia, harga lada hitam ASTA meningkat tajam sebesar 3,33% hingga mencapai 9.000 USD/ton, sedangkan harga lada putih ASTA juga meningkat menjadi 11.600 USD/ton. Untuk Brazil dan Vietnam, harga lada tetap stabil dengan tingkat lada hitam ASTA 570 Brazil pada harga 6,350 USD/ton, sedangkan tingkat lada hitam 500 gr/l di Vietnam juga tetap pada harga 6,350 USD/ton.
Para ahli mengatakan bahwa stabilitas ini adalah hasil dari permintaan konsumsi yang stabil dari pasar-pasar utama, meskipun situasi persediaan global masih tinggi.
Perkiraan harga lada pada 19 Januari 2025: Harapkan sinyal positif
Berdasarkan perkembangan pasar saat ini, harga lada pada 19 Januari 2025 di Vietnam diperkirakan akan sedikit meningkat di beberapa wilayah utama. Khusus di Dak Nong dan Ba Ria – Vung Tau, harga lada kemungkinan naik menjadi 146.200 – 146.500 VND/kg. Provinsi Gia Lai, Binh Phuoc dan Dong Nai juga diperkirakan meningkat sebesar 100 – 200 VND/kg, berkisar antara 145.000 – 145.500 VND/kg.
Alasan utama tren ini berasal dari ekspektasi bahwa Tiongkok – salah satu pasar impor utama Vietnam – akan meningkatkan transaksi setelah musim liburan. Selain itu, pemulihan ekonomi global dan komitmen dari produsen besar untuk mengendalikan produksi guna menyeimbangkan pasokan dan permintaan juga akan mendukung harga lada dalam waktu dekat.
Nasihat untuk petani dan bisnis
Untuk mengoptimalkan keuntungan dalam konteks pasar yang bergejolak, petani perlu fokus pada peningkatan kualitas produk dengan menerapkan metode pertanian berkelanjutan dan mematuhi standar internasional. Berinvestasi pada pengolahan mendalam dan diversifikasi produk juga akan membantu meningkatkan nilai tambah bagi industri lada.
Bagi pelaku usaha ekspor, perluasan pasar khususnya di Eropa, Timur Tengah dan Asia akan menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing.
#giatieu #thitruongtieu #kyvongtang #lanhdoanhtieu #tintucngayhomnay Harapan meningkat setelah liburan Tahun Baru Imlek. Dunia usaha perlu memanfaatkan peluang dari perjanjian perdagangan bebas untuk meningkatkan kegiatan ekspor dan meminimalkan dampak fluktuasi harga di pasar global. Harga lada dalam negeri saat ini tetap stabil, namun sinyal positif dari pasar internasional dan ekspektasi pemulihan permintaan impor membuka peluang pertumbuhan bagi industri lada Vietnam. Dalam jangka pendek, harga lada diperkirakan akan sedikit meningkat ketika pasokan dalam negeri menurun dan faktor pendukung harga mulai efektif. Sebagai eksportir lada terkemuka di dunia, Vietnam perlu terus berinvestasi pada kualitas produk dan diversifikasi pasar untuk mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar internasional. #bisnis #xuatkhau #tieu #thitruongquocte #ngayhomnay
Perkiraan harga lada pada 18 Januari 2025: Mengharapkan pemulihan yang kuat? |
|
Harga lada hari ini 18 Januari 2025: Perkembangan pasar domestik dan dunia beragam |
Harga lada dalam negeri stabil dan diperkirakan akan tumbuh pada awal tahun 2025
Pasar lada dalam negeri pada tanggal 18 Januari 2025 mencatat stabilitas di wilayah pertumbuhan utama, dengan harga berkisar antara 145.000 – 146.000 VND/kg. Di Dak Nong dan Ba Ria – Vung Tau, harga lada mempertahankan tingkat tertinggi sebesar 146.000 VND/kg. Sementara di Gia Lai, Binh Phuoc dan Dong Nai, harga belinya tetap di 145.000 VND/kg. Dak Lak mencatat harga rata-rata 145.500 VND/kg, tidak berubah dari sesi sebelumnya.
![]() |
Menurut Asosiasi Lada dan Rempah Vietnam (VPSA), meskipun produksi lada pada tahun 2024 akan terkena dampak negatif perubahan iklim, beberapa wilayah utama seperti Dak Nong dan Ba Ria – Vung Tau memiliki investasi yang lebih kuat dari para petani, sehingga membantu menjaga stabilitas produktivitas. Sebaliknya di Dak Lak, luas areal tanam lada semakin berkurang karena petani beralih ke tanaman yang bernilai ekonomi lebih tinggi seperti durian.
Pada tahun 2024, industri lada Vietnam akan mencatat harga rata-rata yang berkisar antara 140.000 – 150.000 VND/kg, jauh lebih tinggi dibandingkan awal tahun. Secara khusus, harga lada hitam meningkat sebesar 75,6% dan lada putih meningkat sebesar 68,8%, menandai tahun pertumbuhan positif bagi industri lada.
Namun, para petani dan agen masih berhati-hati, mengantre menunggu harga yang lebih baik setelah liburan Tahun Baru Imlek. Persediaan lada di masyarakat saat ini rendah, dengan hanya transaksi kecil, menunjukkan ekspektasi bahwa harga akan terus meningkat ketika permintaan dari pasar internasional pulih dengan kuat pada kuartal pertama tahun 2025.
Pasar lada dunia: Fluktuasi yang beragam di antara negara-negara pengekspor
Di pasar internasional, harga lada pada 18 Januari 2025 tercatat bergerak beragam di negara-negara produsen utama. Menurut International Pepper Association (IPC), harga lada hitam Lampung di Indonesia turun 0,41% menjadi 7.113 USD/ton. Sebaliknya, harga lada putih Muntok di dalam negeri sedikit meningkat hingga mencapai 9.193 USD/ton.
Di Malaysia, harga lada hitam ASTA meningkat tajam sebesar 3,33% hingga mencapai 9.000 USD/ton, sedangkan harga lada putih ASTA juga meningkat menjadi 11.600 USD/ton. Untuk Brazil dan Vietnam, harga lada tetap stabil dengan tingkat lada hitam ASTA 570 Brazil pada harga 6,350 USD/ton, sedangkan tingkat lada hitam 500 gr/l di Vietnam juga tetap pada harga 6,350 USD/ton.
Para ahli mengatakan bahwa stabilitas ini adalah hasil dari permintaan konsumsi yang stabil dari pasar-pasar utama, meskipun situasi persediaan global masih tinggi.
Perkiraan harga lada pada 19 Januari 2025: Harapkan sinyal positif
Berdasarkan perkembangan pasar saat ini, harga lada pada 19 Januari 2025 di Vietnam diperkirakan akan sedikit meningkat di beberapa wilayah utama. Khusus di Dak Nong dan Ba Ria – Vung Tau, harga lada kemungkinan naik menjadi 146.200 – 146.500 VND/kg. Provinsi Gia Lai, Binh Phuoc dan Dong Nai juga diperkirakan meningkat sebesar 100 – 200 VND/kg, berkisar antara 145.000 – 145.500 VND/kg.
Alasan utama tren ini berasal dari ekspektasi bahwa Tiongkok – salah satu pasar impor utama Vietnam – akan meningkatkan transaksi setelah musim liburan. Selain itu, pemulihan ekonomi global dan komitmen dari produsen besar untuk mengendalikan produksi guna menyeimbangkan pasokan dan permintaan juga akan mendukung harga lada dalam waktu dekat.
Nasihat untuk petani dan bisnis
Untuk mengoptimalkan keuntungan dalam konteks pasar yang bergejolak, petani perlu fokus pada peningkatan kualitas produk dengan menerapkan metode pertanian berkelanjutan dan mematuhi standar internasional. Berinvestasi pada pengolahan mendalam dan diversifikasi produk juga akan membantu meningkatkan nilai tambah bagi industri lada.
Bagi pelaku usaha ekspor, perluasan pasar khususnya di Eropa, Timur Tengah dan Asia akan menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing. Dunia usaha juga perlu memanfaatkan peluang dari perjanjian perdagangan bebas untuk meningkatkan kegiatan ekspor dan meminimalkan dampak fluktuasi harga di pasar global.
Harga lada dalam negeri pada 18 Januari 2025 masih stabil, namun sinyal positif dari pasar internasional dan ekspektasi pulihnya permintaan impor membuka peluang pertumbuhan bagi industri lada Vietnam. Dalam jangka pendek, harga lada diperkirakan akan sedikit meningkat ketika pasokan dalam negeri menurun dan faktor pendukung harga mulai efektif.
Sebagai eksportir lada terkemuka di dunia, Vietnam perlu terus berinvestasi pada kualitas produk dan diversifikasi pasar untuk mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar internasional.
Eksplorasi konten lain dari Heart To Heart
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


