Jangan Abaikan 5 Kebiasaan Berkendara yang Merusak Transmisi Ini!


Transmisi Otomatis (AT) menghadirkan kenyamanan dalam berkendara, terutama di kondisi lalu lintas padat. Namun banyak pengemudi bertransmisi otomatis yang melakukan kesalahan serius, tidak hanya menimbulkan bahaya saat mengikuti lalu lintas tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan transmisi.

Salah satu kesalahan paling umum dan berbahaya saat menggunakan transmisi otomatis adalah menggunakan kedua kaki untuk mengontrol pedal gas dan rem, yang sering ditemui oleh pengemudi baru. Kebiasaan ini dapat dengan mudah menyebabkan kesalahan menginjak pedal gas dan rem dalam keadaan darurat sehingga menyebabkan kendaraan kehilangan kendali. Banyak kecelakaan terjadi hanya karena pengemudi panik dan menginjak gas dan rem.

Kesalahan lainnya adalah kebiasaan menginjak pedal gas padahal tidak perlu berakselerasi. Hal ini tidak hanya mengurangi kemampuan bereaksi cepat terhadap rem, tetapi juga dengan mudah menyebabkan Anda menginjak pedal gas secara tidak sengaja saat menghadapi situasi yang tidak terduga. Akselerasi yang tiba-tiba juga menyebabkan mesin dan transmisi bekerja lembur sehingga menyebabkan kerusakan jangka panjang.

Mengganti gigi saat kendaraan masih melaju merupakan kesalahan paling umum namun sangat berbahaya. Banyak pengemudi yang sering berpindah dari D (Drive) ke R (Reverse) atau sebaliknya saat kendaraan belum sepenuhnya berhenti, terutama saat parkir. Hal ini menyebabkan kerusakan pada bagian-bagian di dalam transmisi otomatis.

Saat berkendara di medan pegunungan terjal, tidak menggunakan transmisi manual atau tuas perpindahan gigi untuk memperlambat juga merupakan kesalahan besar. Mengandalkan rem sepenuhnya akan membuat bantalan rem menjadi lebih cepat panas dan aus. Pengalaman dalam menggunakan gearbox untuk memperlambat dan mengerem serta keterampilan mengklik, melepaskan, dan menikung dengan benar, dll. akan membantu memastikan keamanan yang lebih baik saat melakukan perjalanan di jalur pegunungan yang curam.

Pengemudi perlu memahami dan menggunakan girboks dengan benar, terutama dalam situasi seperti parkir, bergerak di tanjakan terjal, atau lalu lintas padat untuk menjamin keselamatan dan meningkatkan umur girboks.

Transmisi otomatis (Automatic Transmision – AT) menghadirkan kenyamanan berkendara, terutama di kondisi lalu lintas padat. Namun, banyak pengemudi menyetir dilengkapi dengan transmisi otomatis melakukan kesalahan serius, tidak hanya menimbulkan bahaya saat ikut serta dalam lalu lintas tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan transmisi.

Beberapa kesalahan saat penggunaan menyebabkan transmisi otomatis cepat rusak

Salah satu kesalahan paling umum dan berbahaya saat menggunakan transmisi otomatis adalah menggunakan kedua kaki untuk mengontrol pedal gas dan rem, yang sering ditemui oleh pengemudi baru. Kebiasaan ini dapat dengan mudah mengakibatkan kesalahan menginjak pedal gas dan rem dalam keadaan darurat sehingga menyebabkan kendaraan kehilangan kendali. Banyak kecelakaan terjadi hanya karena pengemudi panik dan menginjak gas dan rem.

Kesalahan lainnya adalah kebiasaan menginjak pedal gas padahal tidak perlu berakselerasi. Hal ini tidak hanya mengurangi kemampuan bereaksi cepat terhadap rem, tetapi juga dengan mudah menyebabkan Anda menginjak pedal gas secara tidak sengaja saat menghadapi situasi yang tidak terduga. Akselerasi yang tiba-tiba juga menyebabkan mesin dan transmisi bekerja lembur sehingga menyebabkan kerusakan jangka panjang.

5 kebiasaan mengemudi berbahaya yang merusak transmisi - Foto 1.

Transmisi otomatis lambat laun menjadi standar bagi produsen mobil masa kini

Mengganti gigi saat kendaraan masih melaju merupakan kesalahan paling umum namun sangat berbahaya. Banyak pengemudi yang sering berpindah dari D (Drive) ke R (Reverse) atau sebaliknya saat kendaraan belum sepenuhnya berhenti, terutama saat parkir. Hal ini menyebabkan kerusakan pada bagian-bagian di dalam transmisi otomatis.

Saat berkendara di medan terjal, jangan menggunakan transmisi manual tuas pemindah gigi Memperlambat juga merupakan kesalahan besar. Mengandalkan rem sepenuhnya akan membuat bantalan rem menjadi lebih cepat panas dan aus. Pengalaman dalam menggunakan gearbox untuk memperlambat dan mengerem serta keterampilan mengklik, melepaskan, dan menikung dengan benar, dll. akan membantu memastikan keamanan yang lebih baik saat melakukan perjalanan di jalur pegunungan yang curam.

Pengemudi perlu memahami dan menggunakan girboks dengan benar, terutama dalam situasi seperti parkir, bergerak di tanjakan terjal, atau lalu lintas padat untuk menjamin keselamatan dan meningkatkan umur girboks.

< kelas div=”hamil”>

< h1> KESIMPULAN Ada banyak kebiasaan mengemudi yang merugikan yang menyebabkan kerusakan transmisi, yang tidak hanya membahayakan lalu lintas tetapi juga meningkatkan risiko kegagalan transmisi.


Eksplorasi konten lain dari Heart To Heart

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Heart To Heart

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca