Menghadapi situasi di mana TikTok menghadapi risiko dilarang di AS, MrBeast – bintang YouTube dengan lebih dari 200 juta pelanggan – telah mengumumkan bahwa ia siap membeli jejaring sosial ini. Namun, masalah besarnya adalah apakah ia memiliki sumber daya keuangan yang cukup untuk melaksanakan rencana ini?
Pemerintah AS telah meminta ByteDance, perusahaan induk TikTok, untuk menjual jejaring sosial ini sebelum 19 Januari 2025 atau menghadapi risiko larangan total di AS. Artinya, lebih dari 120,5 juta pengguna di AS bisa kehilangan akses ke aplikasi tersebut kapan saja. Alasan keputusan ini berasal dari Undang-Undang Intelijen Nasional Tiongkok, kekhawatiran bahwa ByteDance mungkin harus berbagi data pengguna dengan pemerintah Tiongkok.
Di bawah tekanan tenggat waktu, MrBeast secara terbuka mengumumkan kesediaannya untuk mengakuisisi TikTok. Namun masalah muncul ketika nilai global TikTok diperkirakan mencapai 300 miliar USD, 600 kali lipat total asetnya sebesar 500 juta USD. Beberapa perkiraan mengatakan TikTok AS saja bernilai antara $40 dan $60 miliar. Dengan tantangan yang begitu besar, membentuk koalisi investor bisa menjadi solusinya.
Meskipun para pemangku kepentingan seperti Frank McCourt, Kevin O’Leary, Steven Mnuchin, Elon Musk, dan Bobby Kotick belum mengungkapkan rencana akuisisi, waktu hampir habis. Larangan ini akan berdampak serius terhadap 2 juta pembuat konten di TikTok dan pendapatan sebesar $15 miliar untuk usaha kecil di AS.
Akuisisi TikTok menghadapi banyak hambatan keamanan hukum, nasional dan internasional. Namun krisis ini mendorong industri untuk berubah dan mencari solusi. Bisakah MrBeast dan sekutunya mengatasi tantangan, memobilisasi sumber daya keuangan, dan berhasil mengakuisisi TikTok sebelum batas waktu yang ditentukan? Hal ini tidak hanya mempengaruhi nasib sebuah aplikasi, namun juga menunjukkan kekuatan menarik perhatian di era digital. Mereka yang dapat memanfaatkan hal ini akan menjadi lebih kuat.
Dalam konteks TikTok menghadapi risiko dilarang di AS, MrBeast – bintang YouTube dengan lebih dari 200 juta pelanggan – tiba-tiba mengumumkan bahwa ia siap membeli jejaring sosial populer ini. Namun yang menjadi pertanyaan apakah YouTuber kondang ini mampu mengerahkan sumber daya keuangan yang cukup untuk mewujudkan ambisinya?
Pemerintah AS telah mengeluarkan ultimatum yang mewajibkan ByteDance, perusahaan induk TikTok, untuk menjual jejaring sosial ini sebelum 19 Januari 2025 atau menghadapi larangan total di AS. Artinya, lebih dari 120,5 juta pengguna di AS bisa kehilangan akses ke aplikasi tersebut dalam semalam. Kekhawatiran pemerintah AS berasal dari Undang-Undang Intelijen Nasional Tiongkok, yang mengatur bahwa ByteDance dapat dipaksa untuk berbagi data pengguna dengan pemerintah negara tersebut.

Sebelum tenggat waktu, MrBeast (nama asli James Stephen Donaldson) mengumumkan kesediaannya untuk membeli TikTok. Dia berbagi: “TikTok, kami serius. Ini pengacara saya. Kami sudah menyiapkan penawaran untuk Anda. Kami ingin mengakuisisi platform ini. Amerika layak mendapatkan TikTok. Beri saya tempat duduk di meja perundingan, biarkan saya menyelamatkan fondasi ini.”
Namun, memperoleh TikTok tidaklah mudah. Nilai jejaring sosial ini secara global diperkirakan mencapai 300 miliar USD, 600 kali lebih besar dari total aset MrBeast yang sebesar 500 juta USD. Beberapa perkiraan lain menyebutkan bahwa TikTok Amerika sendiri bernilai 40 hingga 60 miliar USD. Bahkan bagi YouTuber terbesar di dunia, hal ini masih menjadi tantangan besar. Solusinya mungkin terletak pada pembentukan aliansi investor – sebuah “tim pahlawan super” di sektor teknologi dengan banyak “orang besar” yang saling bergandengan tangan.
Sementara pihak-pihak yang berkepentingan seperti Frank McCourt, Kevin O’Leary, Steven Mnuchin, Elon Musk dan Bobby Kotick belum mengungkapkan rincian rencana akuisisi, waktu hampir habis. Larangan ini akan berdampak serius terhadap 2 juta pembuat konten di TikTok dan pendapatan sebesar $15 miliar untuk usaha kecil di AS.

Setiap pembeli menghadapi tiga rintangan utama: persyaratan peraturan yang rumit, masalah keamanan nasional, dan implikasi internasional. Bahkan Mahkamah Agung pun ikut terlibat. Selain itu, pengacara TikTok dan ByteDance percaya bahwa memisahkan jejaring sosial ini secara komersial dan teknologi adalah hal yang mustahil.
Namun, krisis ini memaksa seluruh industri untuk berubah. Platform sedang mengubah cara mereka menangani data pengguna dan meningkatkan langkah-langkah keamanan. Wajah baru media sosial dibentuk hari demi hari.
Bisakah MrBeast dan sekutunya segera memobilisasi sumber daya keuangan yang besar, mengatasi hambatan hukum, dan berhasil mengakuisisi TikTok sebelum batas waktu yang ditentukan? Kisah ini bukan hanya tentang nasib sebuah aplikasi, namun juga menunjukkan kekuatan menarik perhatian di era digital. Mereka yang dapat memahami hal ini secara efektif akan menjadi tak terkalahkan.
< kelas div=”thai”>
< h1>KESIMPULAN Meski hanya memiliki total aset “hanya” beberapa ratus juta dolar, MrBeast tetap percaya diri mengumumkan akan mengerahkan puluhan miliar dolar untuk mengakuisisi TikTok. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah dia mampu melakukan hal tersebut atau tidak. Lebih dari sekedar nasib sebuah aplikasi, kisah ini juga menunjukkan kekuatan menarik perhatian di era digital. Siapa pun yang dapat memahami hal ini secara efektif akan menjadi tak terkalahkan.
Eksplorasi konten lain dari Heart To Heart
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.